Tulang Daun Monokotil Tumbuhan: Ciri-Ciri dan Klasifikasinya!

Tulang daun monokotil tumbuhan berbeda dengan dikotil. Monokotil biasanya memiliki tulang daun yang bentuknya sejajar.

Tumbuhan monokotil memiliki arti sebagai jenis yang memiliki biji keping satu. Hal itu sesuai dengan namanya, mono yang berarti satu atau tunggal.

Baca Juga: Perbedaan Monokotil dan Dikotil, Lengkap dengan Ciri dan Contohnya

Apa Itu Tulang Daun Monokotil?

Terdapat dua kelompok tumbuhan yang wajib kamu ketahui. Dua kelompok tersebut merupakan dikotil dan monokotil.

Monokotil merupakan jenis tumbuhan yang memiliki biji keping satu atau tunggal. Keadaan itu terjadi karena biji tumbuhan monokotil tidak dapat membantu serta berkecambah.

Di dalam sistem klasifikasi tumbuhan, tumbuhan monokotil juga akrab dengan istilah Monocotyledoneae, Liliidaeatau Liliopsida.

Kelompok tumbuhan monokotil merupakan yang paling berguna untuk kehidupan manusia. Tumbuhan monokotil berguna sebagai sumber energi nabati, sumber pangan, zat pewarna, penulisan media dan lain sebagainya.

Terdapat sekitar 50 ribu hingga 60 rsayabu jenis tumbuhan monokotil. Orchidaceae atau suku anggrek-anggrekan adalah suku terbesar di dunia tumbuhan berbunga dengan 20 ribu jenis.

Adapun tulang daun monokotil adalah sejajar atau melengkung. Batang berkas pengangkut juga tersebar, bunga yang terdiri atas 3 atau juga kelipatannya.

Itulah yang menjadi penyebab tumbuhan monokotil dapat memiliki tiga, enam, atau bahkan bisa sembilan kelopak namun tetap dengan sistem akar serabut yang hampir sama. Semua bagian akar akan tumbuh dengan tanah, begitu juga dengan batangnya.

Baca Juga: Fungsi Perisikel pada Akar Tumbuhan Monokotil dan Dikotil, Apa Saja?

Ciri-Ciri dan Klasifikasi Tumbuhan Monokotil

Terdapat ciri khusus bagi para tumbuhan monokotil. berikut ini beberapa di antaranya:

  • Tumbuhan monokotil memiliki kambium yang terletak di antara pembuluh floem dan xilem.
  • Pembuluh angkut atau vaskuler terdapat di bagian batang yang bertipe kolateral tertutup atau di antara xilem dan floem tidak memiliki kambium.
  • Letak dari pembuluh xilem dan floem tidak teratur.
  • Pada bagian batang tumbuhan monokotil tidak terdapat kambium, kecuali tumbuhan sisal atau Agave sisalana. Hal itu membuat tumbuhan tidak bisa tumbuh besar.
  • Memiliki akar serabut.
  • Umumnya monokotil berdaun tunggal, kecuali jenis tanaman palem.
  • Bagian bunga tumbuhan monokotil terdiri atas mahkota, kelopak dan benang sari yang umumnya beroperasi tiga atau berkelipatan tiga.

Baca Juga: Jenis Tulang Daun pada Tumbuhan dan Fungsi dari Daun

Meski ada lebih dari 50 ribu jenis tumbuhan monokotil, mereka semua diklasifikasikan lagi. Berikut 5 klasifikasi dari tumbuhan monokotil :

  1. Orchidaceae atau suku anggrek-anggrekkan. Tanaman anggrek biasanya dapat bertahan hidup di lingkungan lembab.
  2. Arecaceae atau suku pinang-pinangan. Contohnya adlah kelapa.
  3. Zingiberaceae atau suku jahe-jaean. Contohnya seperti kencur, kunyit, temu hitam, temu lawak laos.
  4. Musaceae atau suku pisang-pisangan. Tanaman ini banyak ditemukan di sekitar kita dan berguna sebagai konsumsi.
  5. Poaceae atau graminae yang merupakan suku rerumputan. Contohnya seperti tebu, jagung dan gandum.

Selain tulang daun monokotil yang sejajar, bagan batang mereka umumnya tidak bercabang dengan rambut-rambut halus sehingga ruas pada batang terlihat dengan jelas. (R10/HR-Online)

Leave a Comment