Teori Pasang Surut Tata Surya, Ini Kelebihan dan Kekurangannya!

Teori pasang membahas tentang pembentukan tata surya. Nama lain dari teori ini adalah teori Tidal.

Ilmuwan yang pertama kali mengemukakan teori ini adalah George Louis Leclerc de Buffon do abad ke-18. Ia merupakan ilmuwan berkebangsaan Prancis.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan tata surya melalui proses tabrakan yang dahsyat. Tabrakan yang terjadi tidak lain berasal dari Matahari dan komet raksasa.

Baca Juga: Gumpalan Misterius di Inti Bumi Tuai Pertanyaan, Ini Kata Ahli!

Pengertian Teori Pasang Surut

tata surya masih menjadi misteri hingga saat ini. Namun begitu, sebenarnya sejak dulu sudah banyak ahli yang mencoba menguak misteri tersebut.

Para astronom mengemukakan pendapat mereka melalui sebuah teori pembentukan tata surya. Tentu teori tersebut muncul setelah penelitian mendalam dilakukan.

Teori pasang merupakan teori pembentukan alam semesta yang terkenal. George Louis Leclerc de Buffon adalah orang pertama yang menyampaikan gagasan teori ini pada abad ke-18.

Menurut Buffon, tata surya tercipta akibat tabrakan antara Matahari dengan komet raksasa. Tabrakan tersebut menghasilkan puing-puing yang berubah menjadi planet.

Planet tersebut akhirnya berotasi dengan arah yang sama, yakni saat mengelilingi Matahari sebagai bintang utamanya.

Pendapat dari Ahli Line

Setelah Buffon, Sir James Hopwood Jeans, ahli matematikawan dan astrofisika dari Inggris bersama dengan Harold Jeffrey memperbaiki teori pasang surut tersebut pada tahun 1918.

Mereka berdua mengatakan bahwa tata surya itu terbentuk ketika sebuah bintang melintasi Matahari dalam jarak dekat.

Karena adanya gaya gravitasi, maka sebagian massa yang dimiliki Matahari tertarik pada arah bintang tersebut hingga menyerupai cerutu.

Baca Juga: Bintang Tercantik di Alam Semesta Dengan Cahaya Paling Terang

Selanjutnya massa Matahari yang tertarik membesar pada bagian tengah, sedangkan pada ujung dan pangkal akan mengecil.

Setelah bintang ini pergi jauhi Matahari, massa yang tadi berpentuk cerutu akhirnya terus berputar kelilingi Matahari sehingga mendingin.

Akhirnya terbentuklah bulatan yang kemudian berubah menjadi planet. Sedangkan Matahari tetap menjadi Matahari seperti saat ini.

Pendapat lain tentang teori pasang surut Jeans dan Jeffrey adalah tata surya terbentuk karena ada efek pasang gas milik Matahari. Hal itu mengakibatkan adanya gaya gravitasi dalam bintang berukuran besar saat lintasi Matahari.

Gas tersebut memiliki suhu yang sangat panas dan kemudian berubah menjadi bola cair. Bola tersebut memperlambat terjadinya pendinginan sehingga terbentuklah planet beserta satelitnya.

Menurut Jeans, terjadi interaksi antara Matahari dengan bintang-bintang yang muncul di suatu dekat. Terjadi pasang surut yang begitu besar di Matahari sehingga membentuk gunung berukuran raksasa.

Baca Juga: Bentuk Orbit Planet yang Mengelilingi Matahari, Ini Infonya

Gunung tersebut membentuk lidah api, tempat terjadinya gas perapatan sebelum akhirnya membentuk benda tersendiri, yaitu planet.

Pemadatan gas di lidah api tersebut akibat keberadaan bintang yang memiliki massa sama dengan Matahari di awal.

Dalam teori pasang surut, proses pendinginan terjadi lebih cepat pada planet berukuran kecil seperti Bumi, Venus, Merkurius, dan Mars. Sedangkan pada planet yang cukup besar, proses terjadi lebih lama.

Di dalam planet baru akan terjadi pasang surut sehingga menarik keluar. Materi yang keluar tersebut kemudian berubah menjadi satlit (bulan) yang berputar mengelilingi planet.

Kelebihan dan Kekurangan Teori

Setiap teori mengenai tata surya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal itu karena belum ada bukti pasti bagaimana proses terjadinya.

Semua teori tentu juga memiliki peluang 100% benar. Karena itulah kita harus melihat kekurangan dan kelebihan setiap teori yang kita miliki.

Kelebihan dari teori pasang ini karena alasan masuk akal. Semua penjelasan terbentuknya alam semesta dapat masuk ke logika manusia.

Masuk akal merupakan salah satu syarat teori agar dapat dipastikan kebenarannya. Itu sebabnya banyak dari astronom yang setuju dengan teori ini.

Akan tetapi, teori ini juga memiliki beberapa kekurangan. Pertama adalah kemungkinan Matahari untuk bertemu bintang sangat sulit.

karena pada saat terbentuknya tata surya, keberadaan bintang tercatat masih sangat jarang ditemukan dan sukar masif ditemukan.

Kekurangan kedua adalah materi berupa gas yang terlepas dari dalam Matahari memiliki suhu sangat panas. Keadaan tersebut tidak mendukung materi untuk memadat, lalu memperbaiki untuk berputar di dalam orbit secara teratur.

Pada dasarnya, teori pasang ini percaya bahwa Matahari adalah komponen utama dalam pembentukan tata surya beserta materi di dalamnya. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)

Leave a Comment