Teori Kinetik Gas pada Fisika, Ini Pengertian dan Hukum Gas Idealnya!

Teori kinetik gas yang berisi penjelasan mengenai sifat-sifat dari gas ideal. Berdasarkan teori ini, gas terbentuk di atas molekul-molekul gas yang bergerak secara acak dengan arah gerak yang konstan.

Ketika Anda memasukkan teh hangat ke dalam sebuah botol dan langsung menutupnya, maka suhu akan perlahan turun untuk menyesuaikan lingkungan di sekitarnya.

Turunnya suhu tersebut membuat rumus kerja gas ideal, yaitu membuat tekanan di dalam botol turun. Lantas, mengapa suhu dapat berpengaruh terhadap tekanan dan volume?

Baca Juga: Dimensi dalam Fisika: Definisi dan Manfaatnya dalam Kehidupan

Teori Kinetik Gas

Kinetik gas menjadi teori pertama yang menjelaskan tekanan pada gas berdasarkan tumbukan molekul. Kemudian bukan hanya karena gaya statik yang dapat menyebabkan molekul menjauh dari yang lain.

berasal dari anggapan bahwa molekul gas

Kata kinetik sendiri berasal dari anggapan bahwa molekul gas akan selalu bergerak. Setiap partikel akan bergerak bebas saat terjadi tumbukan.

Tumbukan tersebut berupa lenting sempurna. Karena sifat tumbukan tersebutlah maka tidak ada proses kehilangan energi yang partikel gas miliki.

Adapun asumsi yang digunakan pada teori ini adalah:

  • Gas terbentuk dari molekul-molekul yang bergerak secara acak namun tetap konstan. Molekul tersebut akan bergerak lurus hingga saling bertubrukan.
  • Molekul akan selalu dianggap sebagai titik bermassa yang tidak bervolume.
  • Tidak ada gaya molekul yang bekerja. Artinya, tidak ada gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antar molekul.
  • Pada teori kinetik gas, molekul gas yang lebih ringan bergerak lebih cepat daripada molekul gas yang berat.

Baca Juga: Jarak dalam Fisika Secara Umum, Ini Rumus Beserta Contohnya

Hukum Keadaan Gas Ideal

Gas ideal adalah sebutan untuk partikel gas yang tidak berinteraksi satu dengan lainnya. Dengan kata lain, jarak antar gas ideal sangat jauhan.

Pada ruang tertutup, suatu keadaan gas ideal akan dipengaruhi oleh tekanan, suhu, jumlah molekul gas, dan volume. Ada tiga hukum yang menjelaskan keempatnya, yaitu:

  1. Hukum Boyle – Robert Boyle

Bunyi hukum ini adalah “jika suhu suatu gas terjaga dengan konstan, maka tekanan gas akan berbanding terbalik dengan volume mereka.”

  1. Hukum Charles – Jacques Charles

Pada hukum ini, Charles menyatakan “jika tekanan gas terjaga konstan, maka volume gas akan berbanding lurus dengan suhu mutlaknya.”

  1. Hukum Gay Lussac – Joseph Louis Gay-Lussac

Isi dari hukum ini adalah “ketika volume gas terjaga konstan, maka tekanan gas akan sebanding dengan suhu mutlaknya”.

Baca Juga: Osilasi Harmonik Sederhana Fisika dengan Contoh Kehidupan Nyata

  1. Hukum Gas Boyle-Gay Lussac

Secara umum, hukum ini berbunyi “hasil kali dari tekanan dan volume akan dibagi dengan suhu sejumlah partikel mol gas, yakni tetap.”

Teori kinetik gas berupa hukum-hukum yang menjelaskannya. Secara garis besar, teori ini menjelaskan bagaimana ukuran molekul dalam gas akan mempengaruhi kecepatan gerak mereka. (R10/HR-Online)

Leave a Comment