Sistem Gerak Pada Tumbuhan: Endonom, Higroskopis, dan Esionom

Sistem gerak pada tumbuhan tentunya sangat berbeda dengan gerak manusia dan hewan.

Tumbuhan juga termasuk dalam jenis makhluk hidup. Oleh karena itu, tentunya tumbuhan juga memiliki kriteria makhluk hidup tersebut.

Seperti halnya hewan dan manusia, tumbuhan juga sebenarnya melakukan gerakan. Hal yang berbeda adalah tumbuhan bergerak secara pasif.

Baca Juga: Pengertian Piramida Biomassa pada Ekologi Lengkap dengan Contohnya

pengaturan Sistem Gerak Pada Tumbuhan

Pernahkan Anda melihat tumbuhan yang bergerak? Salah satu yang terlihat jelas adalah gerakan putri malu yang akan menutup jika disentuh.

Pada dasarnya, tumbuhan dapat bergerak karena adanya rangsangan. Jadi, tidak hanya putri malu yang bergerak tetapi semua tumbuhan.

Namun, memang gerak tumbuhan lainnya kurang terlihat karena terlalu pasif. Tumbuhan tidak dapat berpindah tempat layaknya manusia dan hewan.

Hal itu karena mereka tidak memiliki alat gerak seperti kaki ataupun jenis lainnya. Meski begitu, tumbuhan tetap bisa bergerak dengan beberapa rangsangan yang sampai kepadanya.

Berdasarkan asal rangsangnya, gerak tumbuhan terbagi menjadi tiga, yaitu gerak endonom, gerak esionom, dan gerak higroskopis.

Gerak Endonom

Sistem gerak endonom merupakan gerak yang terjadi akibat adanya rangsangan dari dalam sel atau tumbuhan.

Berikut ini beberapa contoh gerak endonom yang terjadi pada tumubhan.

1. Gerak Kromosom dalam Proses Pembelahan Sel

Seperti halnya makhluk hidup lain, tumbuhan juga memiliki kromosom. Jaringan merupakan salah satu pembawaan gen yang berada di dalam inti sel tumbuhan.

Baca Juga: Hukum Kekekalan Massa Kimia: Sejarah, Bunyi, Beserta Contohnya

Kromosom berperan untuk menentukan jenis kelamin. Dalam proses sel, kromosom akan mengubah bentuk menjadi pengkodean genetik pada tumbuhan.

2. Gerak Pecahnya Buah

Buah yang pecah saat matang merupakan contoh dari sistem gerak pada tumbuhan Endonom lainnya.

Gerak Higroskopis

Selanjutnya ada jenis sistem gerak higroskopis. Gerak pada tumbuhan ini terjadi karena adanya pengaruh perubahan udara yang ada di dalam sel.

contoh dari gerak higroskopis inu adalah pada saat terbukanya buah poloh akibat perubahan kadar air di dalam sel yang tidak merata.

Lalu gerak higroskopis ini terjadi pada tumbuhan paku, yaitu berupa proses terbukanya pada dinding sporangium.

Gerak Esionom

Yang terakhir ada di dalam sistem gerak pada tumbuhan adalah gerak esionom. Jenis gerak ini berbeda dari dua lainnya.

Esionom terjadi akibat adanya rangsangan yang datang dari luar tubuh tumbuhan. Gerak esionom terbagi lagi menjadi tiga, yaitu:

1. Gerak Tropisme

Jenis gerak esionom yang pertama adalah tropisme, Gerak tropisme merupakan gerak gerak yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya Rangsang dari luar akibat efek gravitasi.

Itulah mengapa gerak ini juga terkenal dengan sebutan gravitropisme. Karena gravitasi merupakan gaya yang konstan, maka juga akan mempengaruhi tanaman dengan konstan dan terus-menerus.

Baca Juga: Evolusi Galaksi Bima Sakti Terungkap, Usianya Lebih Tua dari Perkiraan!

Contoh mudahnya dari gerak tropisme adalah sulur atau akar yang tumbuh ke arah pusat Bumi yang ada di tumbuhan mentimun.

2. Taksi Gerak

Taksis merupakan respons tumbuhan terhadap sentuhan yang berupa fototaktik, kemotaktik, atau termotaktik.

Seluruh bagian tumbuhan akan berpindah tempat ketika mereka mendapat rangsangan. Perpindahan tempat tersebut tentunya menuju ke arah datangnya rangsang.

Contoh tanaman yang melakukan gerak taksis adalah Euglena viridis. Mereka akan bergerak mendekati arah sumber cahaya.

Selain itu, sel kelamin jantan paku juga dapat mendekati sel betina yang ada di suatu kedatangan melalui suatu pergerakan. Dengan begitu, maka tanaman paku dapat melakukan reproduksi.

3. Gerak Nasti

Terakhir di sistem gerak pada tumbuhan esionom adalah nasti. Nasti merupakan respon tumbuhan terhadap rangsangan non arah.

Artinya, tumbuhan yang melakukan gerak nasti ini tidak terpengaruh oleh arah datangnya rangsang. Mereka akan tetap bergerak ke arah manapun tanpa memperdulikan rangsangan luarnya.

Contoh tumbuhan yang melakukan gerak nasti adalah putri malu. Ketika kita menyentuhnya, maka daun akan tertutup tanpa melihat dari arah mana sentuhan tersebut.

Selain itu, daun lamtoro juga melakukan gerakan nasti. Ia akan menutup pada malam hari dan membuka kembali pagi hari. Adapun mekarnya bunga terjadi pada pukul empat.

Siapa sangka bahwa sistem gerak pada tumbuhan sangat bervariasi. Seperti halnya manusia dan hewan, tumbuhan ternyata juga melakukan di dalam dan luar tubuh untuk bertahan hidup seperti proses pencernaan dan lainnya. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)

Leave a Comment