Perbedaan Watt dan Volt dalam Listrik dan Cara Menghitungnya

Perbedaan watt dan volt mungkin hingga saat ini masih membuat orang awam kebingungan.

Sekilas memang dua istilah dalam bidang kelistrikan ini cukup mirip.

Hal itu karena keduanya menjadi sebuah satuan tegangan arus listrik.

Lantas, apa yang sebenarnya membedakan keduanya?

Baca Juga: Besaran Vektor dan Skalar dalam Fisika, Ini Dia Definisi dan Contohnya!

Inilah Perbedaan Watt dan Volt

Energi listrik saat ini menjadi kebutuhan utama manusia dalam kegiatan sehari-harinya. Dengan listrik maka lampu dapat menyala untuk penerangan.

Meski penggunaan listrik semakin marak, tetapi masih banyak orang yang tidak mengenal jauh komponennya.

Watt serta Volt merupakan istilah yang ada di dalam kelistrikan dan mungkin sudah cukup umum. Keduanya termasuk dalam karakteristik tegangan arus listrik.

Meski begitu, keduanya tidak bersinggungan atau saling terhubung. Hal itu karena memang mereka memikirkan peraturannya masing-masing.

Pada dasarnya, watt memiliki pengertian sebagai daya yang suatu benda elektronik pesanan untuk bekerja.

Sedangkan di sisi lain volt adalah standar dari tegangan yang satu arus listrik miliki. Biasanya, Anda akan menemukan volt pada MCB atau kWh meter yang ada di rumah.

Dengan begitu, maka watt lebih khusus untuk tegangan atau daya listrik yang suatu alat elektronik digunakan. Biasanya, kita dapat memperkirakan tegangan watt untuk memastikan kapasitas listrik cukup atau tidak.

Jika ternyata tidak cukup, maka tegangan akan terbebani dan listrik menjadi mengalami limit tenaga yang diberikan. Batas tegangan ini merupakan Ohm.

selain perbedaan watt dan volt, Ohm juga cukup berperan aktif dalam kegiatan sehari-hari.

Baca Juga: Pengertian Hukum Coulomb Hubungan Dua Muatan Listrik dan Rumusnya

Bagaimana Cara Menghitungnya?

Saat ini, perhitungan untuk menentukan watt dan volt dengan rumus sudah tidak perlu lagi kita gunakan. Selain karena rumit, ada cara yang lebih mudah.

Perhitungan ini dapat kita ambil dalam kehidupan sehari-hari. Semua rumah saat ini pasti memiliki kWh meter yang berguna untuk mengalirkan arus listrik dari PLN.

Arus listrik tersebut kemudian terkenal sebagai volt yang tergantung dari besarannya. Kemudian, varian kWh meter mulai dari 450 Va sampai 1300 Va.

Varian tersebutlah yang merupakan batas pengeluaran. Jadi, keberadaan batas tersebut akan membuat arus listrik menjadi semakin terbatas.

Oleh karena itu penggunaan satuan watt berguna untuk perhitungan dalam penggunaan arus tegangan listrik PLN.

Kemudian besar tegangan listrik yang mampu memberikan energi untuk alat-alat elektronik, aplikasi pada arus listrik ini memiliki batas tertentu.

Baca Juga: Hukum Kirchoff 1 dan 2 dalam Sistem Rangkaian Listrik, Ini Definisinya!

Jika sudah mencapai batas, maka listrik akan mati atau mengalami penurunan tegangan akibat beban daya yang terlalu besar. Itulah sebabnya penting memperhatikan pemilihan volt listrik untuk kWh meter di rumah.

Meski keduanya sama-sama umum di dunia kelistrikan dan sering kali kita mendengar istilahnya di kehidupan nyata, tetapi perbedaan watt dan volt sangat besar. Bahkan, keduanya tidak bersinggungan sama sekali. (R10/HR-Online)

Leave a Comment