Penemuan Fosil Nenek Moyang Mamalia, Mirip Seperti Kadal

Penemuan fosil nenek moyang ternyata memiliki usia yang tua. Bahkan, nenek moyang ini jauh lebih tua dari dinosaurus.

Mamalia merupakan kelompok hewan yang hingga saat ini masih ada. Namun, apakah Anda pernah merasa penasaran mengenai nenek moyang hewan satu ini?

Pada beberapa waktu lalu, para ahli baru saja menemukan sebuah fosil terbaru dari nenek moyang mamalia. Mengejutkannya, mereka memperkirakan fosil dalam usia 256 juta tahun.

Baca Juga: Fosil Guemesia Ochoai Berusia 70 Juta Tahun Ditemukan di Argentina

Penemuan Fosil Nenek Moyang Mamalia di Perancis

Mamalia adalah kelompok hewan yang berkembang biak dengan cara beranak dan memiliki kelenjar susu. Hewan ini telah mengalami evolusi yang sangat panjang.

Baru-baru ini para ahli kembali menemukan fosil mamalia yang ada di Perancis. Fosil tersebut memiliki penampakan yang cukup aneh dan sedikit berbeda dari mamalia saat ini.

Dari fosil tersebut, sepertinya nenek moyang dari mamalia memiliki penampakan seperti kadal gemuk dengan kepala yang sangat kecil. Tidak sampai di situ, hewan ini juga memiliki panjang mencapai 4 meter dan memiliki gaya hidup semi akuatik seperti halnya kuda nil.

Hal itu dapat terlihat dari struktur tulang Lalieudorhynchus gandi atau L. Gandi. Tulang tersebut bersifat kenyal dan fleksibel.

Peneliti kemudian menjuluki hewan yang memiliki genus dan spesies mamalia ini dengan nama Lalieudorhynchus gandi.

Baca Juga: Fosil Mamalia Aneh dari Madagaskar Mirip Hewan Musang

Pertama Kali Ditemukan Tahun 2001

Melansir dari laman Live Science, penemuan fosil nenek moyang nenek moyang tersebut pertama kai terjadi pada tahun 2001 di Lodeve sebelah selatan Perancis.

Jorg Schneider yang merupakan profesor departemen Paleontologi dan Stratigrafi University of Freiberg, Jerman bersama kandidat doktor bernama Frank Korner yang berada di balik penantian ini.

Mereka kemudian menulis penemuan tersebut di dalam jurnal Palaeo Vertebrata, isu Oktober 2021. Setelah itu, jurnal tersebut akhirnya dipublikasikan secara online pada bulan Juli lalu.

TAMBAH Analisa Hingga 20 Tahun

Terdapat beberapa bagian tubuh yang pada fosil nenek moyang ini. Kedua ahli menemukan dua tulang rusuk besar yang masing-masing memiliki panjang 60 inci pada kunjungan pertama.

Pada kunjungan kedua, Korner berhasil menemukan bagian tulang tambahan dari hewan misterius tersebut, yaitu berupa tulang bahu berukuran 50 cm dan tulang paha 35 cm.

Analisa terhadap fosil tersebut membutuhkan waktu 20 tahun karena berada di bebatuan dan persiapannya yang mencapai bertahun-tahun.

Terikat besar hewan ini dalam periode Permain yang dimulai pada 299 juta tahun lalu dan berakhir setidaknya 252 juta tahun dengan munculnya periode hidup Trias.

Baca Juga: Penemuan Fosil Cymbospondylus Youngorum, Raksasa Lautan Pertama

tersebut masuk ke dalam kelompok Caseid yang merupakan kelompok fosil reptil dan memiliki ciri-ciri mamalia sehingga para ahli menganggapnya sebagai nenek moyang mamalia.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 20 spesies Caseid yang melalui fosil. Kebanyakan penemuan fosil nenek moyang tersebut berada di Amerika Serikat, Rusia, dan akhir-akhir ini banyak selatan di Eropa. (R10/HR-Online)

Leave a Reply

Your email address will not be published.