Penemuan 5.500 Virus Baru di Lautan dengan Genetik RNA yang Langka!

Penemuan 5.500 virus baru di lautan membahayakan. Fakta ini berhasil terkuak dari sebuah studi yang dilakukan para ilmuwan.

Dengan adanya bukti ini, maka semakin terlihat bahwa kondisi planet yang kita tinggali ini sangat mengkhawatirkan. Terdapat banyak virus yang tersembunyi di bawah lautan.

Virus tersebut berupa RNA yang belum pernah ada sebelumnya.

Baca Juga: Gas Langka Bocor dari Inti Bumi Beri Bukti Sejarah Planet Ini Terbentuk?

Studi Penemuan 5.500 Virus Baru di Lautan

Virus merupakan salah satu kelompok biologi yang membahayakan. Berbagai macam virus sudah saat ini di Bumi.

Siapa sangka, tim ilmuwan ilmuwan materi genetik di lautan mengungkap fakta bahwa terdapat virus jauh di dalam sana. Mereka berhasil mendeteksi sekitar 5.500 virus yang belum.

Penelitian ini berhasil dilakukan oleh tim dari Ohio State University dengan ketuanya bernama Ahmed Zayed. Hasil dari studi tersebut kemudian terbit di dalam jurnal science.

Penemuan jenis virus baru yang sangat banyak di lautan ini tentunya menambah daftar virus yang sebelumnya sebelumnya sangat banyak. Lebih dari itu, penemuan ini cukup mengagumkan.

Hal itu membuktikan bahwa Bumi yang kita tinggali ini memiliki keadaan yang cukup mendukung.

Penelitian menggunakan analisis pembelajaran mesin bersama dengan pohon evolusi tradisional. Mereka menggunakan sekitar 35.000 sampel air laut dari seluruh dunia.

Baca Juga: Fosil Reptil Laut Ichthyosaurus Berusia 160 Tahun Direkonstruksi

Berrupa Virus RNA Langka

Hal yang mengejutkan lainnya dari penemuan 5.500 virus baru di lautan adalah genetiknya yang dalam RNA (asam ribonukleat) dan bukan pada DNA (asam deoksiribonukleat).

RNA virus cenderung berkembang lebih cepat dari DNA virus. Selain itu, jenis dari virus DNA yang memiliki lebih banyak dan berbeda-beda.

“Virus DNA lebih banyak, terdiri dari beragam jenis dan umumnya berperan dalam sistem utama ekosistem. Sedangkan RNA virus memiliki lebih sedikit studi di luar regulasi penyakit,” tulis abstract dari jurnal Science tersebut.

Grup penelitian ini juga secara khusus mencari virus baru yang mengandung materi genetik RNA. Para penelitinya mengatakan bahwa komunitas ilmuan hanya memahami sedikit mengenai virus jenis ini, ketika datang ke dunia yang lebih luas.

“Dengan menggunakan pendekatan baru untuk pengoptimalan penemuan dan klasifikasi, kamu mengidentifikasi virus RNA yang memerlukan revisi substantif taksonomi (menggunakan filum dan menambahkan lebih dari 50% kelas baru) dan pemaai la haman e por le tam pema la haman.

Baca Juga: Alam Semesta Teramati Lebih Kecil? Ini Cara Menghitung Luasnya!

Klasifikasi Baru dengan Julukan Taraviricota

Berdasarkan laporan tersebut berbagai koleksi virus yang melimpah dan menunjukkan saja baru terdeteksi, terlihat belum hadir dalam filum atau klasifikasi yang sama.

Oleh karena itu, para ilmuwan mengusulkan untuk menjulukinya dengan “Taraviricota”. Hal itu mengacu pada sumber 35.000 sampel udara, yang berupa The Oceans Consortium.

“Terdapat banyak sekali keragaman baru di sini dan seluruh film. Taraviricota di seluruh lautan yang menunjukkan bahwa mereka berperan penting secara ekologis,” jelas peneliti utama, Matthew Sullivan dari Ohio State University.

Ilmuwan juga menambahkan kemungkinan bahwa penemuan 5.500 virus baru di lautan yang merupakan Filum “Taraviricota” menjadi mata rantai yang hilang dalam evolusi virus RNA awal sejak miliaran tahun lalu. Sedangkan filum lainnya, “Arctiviricot” tersebar dengan luas dan dominan di lautan. (R10/HR-Online)

Leave a Comment