Model Skala Sistem Tata Surya, Apa Fungsi Sesungguhnya?

Model skala sistem tata surya sangat berguna untuk membuat miniatur atau model realistik di dalamnya.

Untuk dapat melihat dan mempelajari dasar tata surya, tentu kita harus memahami bentuknya terlebih dahulu. Hal itu membuat banyak sekali model sistem tata surya.

Baca Juga: Atmosfer Planet Venus Jadi Alasan Tidak Bisa Ditinggali Makhluk Hidup

Anda tentu dapat membuat model tata surya sendiri dengan alat sederhana. Seperti halnya pada peta, model tata surya juga memerlukan skala. Bagaimana cara membuatnya? Simak ulasan berikut ini.

Fungsi dan Pengertian Model Skala Sistem Tata Surya

Mungkin Anda sering melihat sistem tata surya melalui foto 2 dimensi. Sebenarnya untuk mempermudah pembelajaran tentu 3 dimensi lebih utama. Hal itu sama seperti peta dan globe. Keduanya adalah miniatur dari permukaan Bumi.

Ternyata miniatur alam semesta juga umum digunakan. Hal itu karena alat bantu 3D dinilai dapat lebih membantu.

Untuk membuat miniatur tersebut juga menakjubkan. Perhitungan segalanya harus tepat.

Seperti di peta dan globe, terdapat juga model skala sistem tata surya. Skala merupakan sebuah perbandingan ukuran sebenarnya dengan miniatur.

Tidak mungkin bukan kita membuat model realistik planet dan Matahari sama dengan ukuran awalnya. Namun demikian, tidak mungkin juga dibuat sebagai asal karena tujuan membantu pembelajaran.

Baca Juga: Planet Proxima d Terdeteksi, Jadi Penemuan Exoplanet Teringan?

Dengan begitu, dibuatlah sebuah skala yang merupakan perbandingannya. biasanya skala memiliki satuan cm.

Sebagai koreksi atau model realistik untuk penggambaran, skala harus menurut auran pemetaan. Anda harus tahu berapa ukuran asli dari planet dan Matahari sebagai pusat tata surya kita.

Berikut ini ukuran atau dimensi beberapa benda di tata surya:

  1. Matahari memiliki diameter 861.000 mil yang setara dengan 1.377 juta kilometer.
  2. Bumi memiliki jari-jari 6.400 kilometer yang merupakan pendekatan dari 6.378 kilometer.
  3. Bulan di tata surya yang Bumi memiliki jari-jarinya berukuran 1.700 km, pendekatan dari 1.678 km.
  4. Jarak Bumi ke bulan kira-kira sejauh 384.000 kilometer dan jarak Bumi ke Matahari adalah 150.000.000 kilometer.

Menghitung Skala Tata Surya

Ketika sudah mengetahui ukuran asli benda-benda di tata surya, maka model skala sistem dapat terbentuk.

Misalnya yang menjadi acuan adalah bulan. Dengan asumsi diameter bulan yang merupakan 3.400 km akan menjadi 1 cm, maka diameter Bumi jadi 3.76 cm.

Hal itu sudah sesuai dengan perbandingan besar asli keduanya. Dengan begitu, jarak antara Bumi ke bulan sejauh 112,9 cm.

Diameter Matahari dan jaraknya terhadap Bumi juga tentunya lebih besar. Diameter Matahari dalam skala dapat digambarkan menjadi 405,2 cm dengan jaraknya ke Bumi sejauh 44117,7 cm.

Jika begitu, tentu bidang kertas atau alat 3D lainnya tidak akan mua. Anda dapat menggunakan alternatif lain dengan menjadikan bulan 0,1 cm.

Hal itu akan membuat diameter Bumi hanya 0,376 cm dan jaraknya dengan bulan sejauh 11,29 cm.

Diameter Matahari juga tentunya lebih kecil, yaitu menjadi 40,5 cm dengan jarak Matahari dan Bumi 4411,77 cm. Model skala sistem tata surya ini tentu akan jauh lebih kecil dan tidak memakan banyak tempat.

Membuat Model Tata Surya

Model tata surya yang asli mungkin tergolong mahal. Namun Anda tentu bisa membuatnya sendiri untuk pemahaman mandiri.

Anda dapat menggunakan hula hoop, balon, atau bahkan kertas dan kawat untuk 3D. Jika ingin membuat versi 2D juga akan lebih mudah, namun memang kurang efisien.

Baca Juga: Pengertian Hukum Kepler I, II dan III, Apa Fungsi Utamanya?

Jika ingin 2D, maka Anda bisa mencari gambar melalui internet dan mencetaknya. Hal itu tentunya jauh lebih efisien bukan?

Penggunaan dari model tata surya hal yang asing lagi. Jauh sebelum dunia elektronik berkembang, pemahaman tata surya menggunakan media sederhana seperti ini.

Para ahli astronomi membuat bentuk realistik dengan perbandingan model skala sistem tata surya untuk menjadi bahan peraga dalam penelitian. Seiring dengan berkembangnya teknologi, model ini mulai terlupakan.

Banyak orang yang lebih memilih menggunakan alat peraga 3D dengan bantuan teknologi VR atau semacamnya.

Namun begitu, tentu Anda tetap dapat membuat model sistem tata surya yang sederhana untuk sekadar memahami interaksi benda-benda di dalamnya.

Anda dapat menggunakan pedoman model skala sistem tata surya untuk mendapatkan jarak dan ukuran pasti agar tidak salah perhitungan. Dengan begitu, model tata surya Anda akan lebih konkrit. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)

Leave a Comment