Hubungan Genetika dengan Evolusi di Dalam Bidang Ilmu Biologi

Hubungan genetika dengan evolusi yang cukup penting. Evolusi menjadi salah satu faktor dalam pembentukan genetika

Di dalam ilmu biologi, terdapat istilah gen yang merupakan dasar dari hereditas.

Gen ini terletak di dalam kromosom dan juga berperan sebagai unit dasar inti keturunan yang tersusun dari DNA dan struktur protein.

Pada saat pembentukan gen, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhinya, termasuk evolusi.

Baca Juga: Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup Beserta Molekul yang Mendasari

Bagaimana Sebenarnya Hubungan Genetika dengan Evolusi?

sebagian besar dari kamu yang tengah membaca ini pasti mengenal Charles Robert Darwin atau yang umumnya dikenal sebagai Charles Darwin?

Ia merupakan seorang ahli biologi yang cukup terkenal. Salah satu teori yang menghebohkan adalah teori evolusi makhluk hidup.

Di dalam teori tersebut Darwin menjelaskan semua proses dari kehidupan yang akan datang dari nenek moyang, yakni dari waktu ke waktu.

Evolusi sendiri merupakan cabang dari ilmu biologi yang juga mempelajari tentang perubahan makhluk hidup secara perlahan dalam waktu yang lama.

Genetika di sisi lain, merupakan ilmu mengenai penurunan sifat. Ilmu ini membantu para ilmuwan untuk mengidentifikasi kebenaran terjadinya evolusi.

Oleh sebab itu, antara evolusi dan genetika saling berhubungan. Variasi genetik menjadi salah satu faktor penyebab evolusi.

Baca Juga: Tahapan Evolusi Biologi Suatu Organisme, Apa Saja Faktor-Faktornya?

Dengan adanya variasi genetik, maka tidak akan ada dua individu yang memiliki fenotipe yang benar-benar sama.

Genetik akan memberikan pengaruh terhadap evolusi karena ketika variasi genetik terjadi dalam jumlah yang besar dalam suatu populasi, maka akan lebih besar juga peluang populasi tersebut untuk beradaptasi dengan perubahan lingyakitungan.

Selain itu, terdapat juga hubungan genetik dengan evolusi dan lingkungan. Secara umum, evolusi menjelaskan tentang bagaimana perubahan pada makhluk hidup terjadi.

Mereka akan menyimpang dari struktur alam dalam jumlah yang sangat banyak dan beraneka ragam. Kemudian, hal itu akan menyebabkan terjadinya dua kemungkinan.

mengakibatkan makhluk hidup pertama akan berubah sehingga bertahan dan tidak punah atau umum dikenal sebagai evolusi progresif.

Selanjutnya, kemungkinan kedua adalah makhluk hidup tersebut akan berubah atau berovulasi dan bertahan hingga akhirnya punah atau evolusi.

Baca Juga: Bioteknologi Modern, Pengertian dan Contohnya

Cara Seleksi Alam

Seleksi alam berpengaruh terhadap frekuensi yang akan suatu populasi turunkan. Terdapat tiga cara berbeda yang terdapat pada suatu fenotipe mana yang lebih disukai dalam populasi.

  • Seleksi penstabilan, bekerja terhadap fenotipe ekstrim. Seleksi ini terjadi dengan mengurangi variasi dan mempertahankan keadaan dalam waktu tertentu untuk sifat fenotipik khusus.
  • Direksi, seleksi yang paling umum terjadi selama periode perubahan lingkungan atau ketiga anggota populasi termigrasi ke habitat baru dengan lingkungan yang berbeda.
  • Pendiversifikasian, terjadi variasi pada keadaan lingkungan sehingga individu kedua ekstrim suatu fenotipe ini lebih disukai.

Dapat kita simpulkan bahwa hubungan genetika dengan evolusi tidak dapat terpisahkan. Keduanya sama-sama saling mempengaruhi satu sama lain. (R10/HR-Online)

Leave a Comment