Fenomena Planet Sejajar Langka Terjadi Hingga 29 April 2022, Apa itu?

Fenomena planet sejajar merupakan hal yang sangat langka. Kabarnya fenomena ini akan berlangsung hingga 29 April 2022 ini.

Ada berbagai macam fenomena astronomi langka yang sangat memukau. Planet sejajar atau konjungsi saat ini tengah berlangsung.

Bahkan, penduduk Indonesia dapat melihat fenomena ini secara langsung. Apa sebenarnya planet yang sejajar ini?

Baca Juga: Planet 55 Cancri e, Kembaran Bumi yang Dipenuhi dengan Berlian

Fenomena Planet Sejajar Hebohkan Masyarakat

Baru-baru ini ramai menjadi perbincangan di media sosial mengenai sebuah fenomena alam yang tidak biasa. Beredar sebuah foto berupa titik cahaya yang ada di langit tetapi sejajar dengan bulan.

Foto tersebut pertama kali terunggah di internet pada 24 April 2022. Unggahan tersebut sontak menjadi viral. Tidak sedikit juga orang yang penasaran dengan hal itu.

Menurut pemilik akun yang menyebarkan foto, hal yang mereka bagikan adalah gambar dari planet yang sejajar. Fenomena ini termasuk sangat langka, yakni setiap 100 tahun sekali.

Merangkum dari berbagai sumber, fenomena kedudukan planet yang sejajar tersebut termasuk konjungsi kuintet, yaitu lima benda langit yang tampak segaris secara visual antara Saturnus-Mars-Venus-Jupiter-bulan.

Baca Juga: Planet Gas Raksasa AB Aurigae b Jadi Tantangan Baru Astronom

Apa Penjelasan Ahli Terhadap Fenomena Ini?

foto dari fenomena langka ini sudah viral di media sosial, maka muncul berbagai spekulasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Sebelum semakin parah, maka ahli akhirnya turun tangan untuk menjelaskan mengenai fenomena ini.

Menurut para peneliti di Pusat Riset Antariksa LAPAN-BRIN, Andi Pangeran mengatakan bahwa fenomena ini bisa disaksikan masyarakat sejak pukul 04.00 waktu setempat dari arah Timur dan memanjang hingga ke Tenggara.

Ia juga menambahkan bahwa fenomena planet sejajar atau konjungsi kuintet akan berlangsung hingga 29 April 2022 mendatang.

“Kecuali di tanggal 29 April, fenomena baru dapat terlihat di awal fajar astronomis atau 75 menit sebelum Matahari terbit,” ujar Andri.

Baca Juga: Planet Proxima d Terdeteksi, Jadi Penemuan Exoplanet Terringan?

Memiliki Siklus 100 Tahun Sekali

Sebenarnya tidak perlu khawatir mengenai fenomena langka satu ini. Konjungsi kuintet pernah terjadi pada 8 Maret 1926 yang bertepatan dengan 23 Syaban 1344 H.

Jadi, siklus konjungsi planet ini akan terjadi tepat setiap 96 tahun 1,5 bulan dalam tahun Masehi dan 99 tahun 1 bulan dalam tahun Hijriah.

Itulah mengapa, secara hitungan besar fenomena konjungsi kuintet ini terjadi setiap 100 tahun sekali.

Saat terjadinya fenomena ini, maka planet akan menjadi satu sama lain dan berpapasan, sehingga berada dalam posisi yang berdekatan.

Planet-planet tersebut juga akan berada di satu garis lurus dengan planet lain sehingga memiliki sebutan planet konjungsi.

Perlu Anda ketahui bahwa garis lurus yang terbentuk hanya berupa garis lurus ke arah Matahari saja, melainkan juga dapat menghadap ke arah atau kirinya, bahkan diagonal.

Jadi, garis yang dihasilkan tidak hanya lurus ke depan, namun juga menyamping.

Andi Pangerang mengungkapkan kejadian fenomena planet sejajar berikutnya akan terjadi pada 13 Juni 2118 yang bertepatan dengan 23 Syawal 1542 H. (R10/HR-Online)

Leave a Comment