Fakta Cincin Saturnus yang Wajib Anda Ketahui, Berikut Ini 3 Diantaranya!

Fakta cincin Saturnus wajib untuk Anda ketahui karena itu merupakan salah satu ikon terbaik di tata surya dunia astronomi.

Saturnus merupakan salah satu planet yang memiliki cincin di tata surya. keberadaan cincin Saturnus merupakan hal yang sangat mengesankan.

Terdapat fakta baru mengenai cincin Saturnus ini. Apa saja itu?

Baca Juga: Ciri Planet Saturnus, Planet Satu-Satunya Bercincin di Tata Surya

3 Fakta Cincin Saturnus Terbaru

Planet memiliki cincin hal baru. Di Tata surya kita sendiri, planet yang memiliki cincin memang bukan hanya Saturnus.

Ada planet lain yang memiliki cincin, seperti Jupiter, Neptunus, dan Uranus. Meski demikian, cincin yang ada di planet tersebut tidak terlihat seperti cincin Saturnus.

Cincin Saturnus menjadi satu-satunya yang dapat terlihat dari Bumi menggunakan teleskop, meskipun ia menjadi planet dalam urutan tata surya.

Ada beberapa lapisan dalam cincin saturnus dan memiliki nama yang berbeda. Cincin terdalam dan paling merah bernama cincin D, lalu ada cincin B, Divisi Cassini, cincin A, cincin F, cincin G, dan cincin E.

Berikut ini beberapa fakta mengenai cincin tersebut yang harus Anda ketahui.

Baca Juga: Metana di Bulan Saturnus Bisa Menjadi Tanda Adanya Sebuah Kehidupan

dan Sejarah Cincin

keberadaan cincin Saturnus pertama kali berhasil diamati oleh Galileo Galilei. Ia melihat cincin tersebut melalui teleskopnya.

Pada awalnya ia mengira bahwa itu adalah benda padat yang mengorbit di planet sekitar.

Pada tahun 1675, Giovanni Domenico Cassini menetapkan bahwa terdapat banyak partikel kecil yang menyusun cincin Saturnus dan juga dipisahkan oleh celah.

Selain itu, Pierre-Simon Laplace juga menunjukkan bahwa cincin pada planet tersebut tidak stabil. Ada beberapa teori mengenai pempentukan cincin.

Teori yang paling banyak orang percaya adalah bahwa material cincin terbentuk ketika salah satu bulan Saturnus hancur.

Teori lainnya pada fakta cincin Saturnus adalah keberadaan meteor yang lewat dekat planet sehingga menyisakan puing-puing.

terbuat dari Es dan Batu

Fakta selanjutnya mengenai cincin ini adalah material pembentuknya yang berupa bongkahan es dan batu. Mereka mengelilingi planet mencapai 1.100 mph.

Para ahli menganggap bahwa tersebut merupakan sisa-sisa benda luar angkasa lain yang terperangkap selama ratusan tahun di planet Saturnus. Cincin kendi saturnus membentangkan diameter 200 kali.

Pada misi mencobaan pesawat Cassini-Huygens, NASA menemukan informasi bahwa terdapat peningkatan batu di dalam cincin saturnus yang mencapai lebih dari 3 km.

Baca Juga: Musim Panas di Saturnus Memicu Perubahan Citra Warna

Menjadi Target Spektakuler untuk Teleskopik Astrofotografi

Cincin Saturnus ternyata menjadi target untuk pengamatan teleskopik dan astrofotografi, ya ampun ia tidak dapat dilihat dengan mata telanjang ataupun teropong.

Tampilan cincin juga berubah seiring berjalannya waktu. Hal itu karena pengamatan di Bumi selalu dari sudut yang berbeda.

cincin akan lebih mudah terlihat saat berputar ke arah Bumi terlihat. Cincin tersebut juga bisa menghilang dari pandangan.

Hal itu akan terjadi setiap 15 tahun dan perkiraan kemungkinan selanjutnya akan datang pada tahun 2025.

Fakta ketiga cincin Saturnus tersebut tentu saja memberikan pengetahuan baru untuk memahaminya lebih lanjut. (R10/HR-Online)

Leave a Comment