Bintik Matahari Raksasa Beri Ancaman Badai Magnetik yang Dahsyat

Bintik Matahari raksasa terlihat muncul di permukaan bintang tersebut. Hal yang menghebohkan adalah ukuran dari bintik hitam tersebut.

Bagaimana tidak, ukuran dari bintik hitam yang muncul kali ini sangat besar. Bahkan, ukurannya melebihi besar Bumi kita ini.

Baca Juga: Fakta Badai Matahari 14 April 2022, Mulai dari Dampak Hingga Penyebab!

Kemunculan Bintik Matahari Raksasa

Para peneliti lagi-lagi berhasil menemukan hal tidak biasa. Kali ini objek tersebut adalah bintik hitam yang ada di permukaan Matahari.

Bintik yang berukuran raksasa tersebut muncul secara terbuka dan mencakup area seluas ratusan juta persegi. Hal itu menghasilkan jauh lebih besar dari diameter Bumi.

Lokasi dari bintik hitam tersebut terkenal sebagai ‘daerah aktif’ 2993 dan 2994 atau AR2993 dan AR2994. Daerah tersebut merupakan kelompok dari bintik Matahari.

Sebelumnya, terdapat kelompok bintik Matahari ketiga yang tersembunyi di balik wilayah timur laut bintang raksasa tersebut. Bintik hitam tersebut tampak menyebabkan suar Matahari yang kuat pada beberapa hari ini.

Setiap benjolan yang terlihat di permukaan Matahari terdiri dari beberapa bintik.

Baca Juga: Sisa Umur Matahari Berhasil Diprediksi, Apa yang Terjadi Pada Bumi?

Penyebab Munculnya Bintik

Bintik Matahari muncul karena adanya gangguan jenis pada fotosfer Matahari. Fotosfer sendiri merupakan bagian yang menikmati lapisan relatif dingin di bawahnya.

Lebih lanjut, peningkatan dan peningkatan magnet Matahari memang terjadi dalam siklus 1 tahun dengan fase aktivitas tinggi dan rendah.

Siklus Matahari pun telah memiliki nomor sejak 1775 saat aktivitas bintik Matahari dimulai. Saat ini, Matahari mencapai di siklus ke 25 dan belum mencapai puncak.

Artinya, masih akan lebih banyak aktivitas bintik Matahari raksasa pada masa mendatang dan wilayah aktif tersebut tidak mewakili yang terbesar.

“Wilayah aktif 2993 dan 2994 memiliki ukuran sedang dan tidak mewakili yang terbesar yang dapat Solar Cycle 25 hasilkan,” ujar fisikawan surya Dean Pesnell dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA.

Baca Juga: Fakta Bintang Neutron yang Massanya Jauh Lebih Besar dari Matahari

Efek yang Timbul dari Kemunculan Bintik

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bintik Matahari merupakan hasil dari siklus ke-25 bintang tersebut. Pasnell mengatakan bahwa perkiraan waktu siklus saat ini untuk mencapai aktivitas maksimumnya adalah pada akhir tahun 2024 atau awal 2025.

Energi yang berasal dari wilayah aktif Matahari dapat mereka gunakan sebagai radiasi atau solar flare dan coronal mass ejections atau CMEs.

CME sendiri merupakan plasma yang super panas. Jika suar Matahari atau CME terjadi, maka dapat menciptakan aurora yang indah di Bumi.

Tetapi, suar Matahari juga dapat memberikan efek negatif di Bumi, seperti halnya potensi terjadinya badai magnet. Badai tersebut akan mengacaukan berbagai jaringan, mulai dari listrik satelit hingga jaringan komunikasi.

Sejauh ini, sejumlah negara terlihat mempersiapkan diri untuk menghindari efek terburuk dari badai jenis Matahari.

Selain itu, badai jenis akibat aktivitas bintik Matahari raksasa sangat berbahaya bagi langit luar angkasa yang berada di luar perlindungan magnet Bumi. (R10/HR-Online)

Leave a Comment