Bagian Struktur Komet Si Bintang Berekor, Ini Faktanya!

Bagian struktur komet sangat menarik untuk diketahui. Sebab, masih banyak orang yang salah mengartikan komet sebagai bintang.

Komen sendiri memiliki julukan sebagai ‘bintang berekor’ atau ‘salju alam semesta’. Hal itu karena kenampakan komet yang memiliki bagian memanjang seperti ekor dan berwarna putih salju.

Namun, sebenarnya komet dan bintang sangat berbeda. Komet sendiri merupakan kumpulan dari debu yang membeku saat berada jauh dari Matahari. Komet memiliki bagian-bagian di tubuhnya, mulai dari kepala hingga ekor.

Mengenal Bagian Struktur Komet

Komet merupakan sebuah benda langit yang unik. Mereka memiliki bagian yang memanjang sehingga terlihat sebagai ekor.

Bahan pembentuk komet adalah debu-debu alam semesta yang menyatu karena membeku. Saat berada dekat matahari, maka partikel-partikel komet akan menguapkan kepala dan ekor komet.

Baca Juga: Persamaan Komet dan Planet Beserta Perbedaannya, Apa Saja?

Garis edar komet juga tidak seperti planet maupun satelit. Kebanyakan komet memiliki orbit berpentuk parabola. Meski begitu, ada beberapa yang orbitnya berbentuk elips.

Komet melintasi Bumi sehingga keberadaannya dapat terlihat oleh manusia. Saat dekat Bumi tersebutlah kita dapat mengamati bagian-bagian dari komet.

Berikut ini bagian struktur komet yang menarik.

Kepala Komet

Bagian ini terdiri dari inti dan koma. Kepala komet juga menjadi bagian yang lebih terang dari seluruh badan. Diameter kepala komet dapat mencapai lebih dari 65.000 km.

  1. Inti Komet

Bagian pertama adlah inti komet. Inti merupakan bagian paling padat dari komet. Diameter inti dapat mencapai beberapa kilometer.

Tentunya besaran inti akan berbeda pada setiap komet. Inti komet terbuat dari hasil penguapan materi es yang sangat mudah menguapkan gas dan terlihat berpijar.

  1. Koma Komet

Bagian kedua pada struktur kepala komet adalah koma. Daerah ini penuh dengan kabut sehingga mirip tabir yang menatap inti komet.

Lebih dari itu, daerah ini juga cukup pekat karena terkena uap dari inti yang akan semakin mengepul jika dekat dengan Matahari.

Baca Juga: Bentuk Orbit Komet, Bola Salju Kotor di Luar Angkasa

Di sekeliling koma sebenarnya terdapat sebuah lapisan yang tergantungnya. Lapisan tersebut terdiri dari hidrogen.

Itulah mengapa lapisan tersebut tidak dapat terlihat oleh mata manusia meskipun memiliki awan yang sangat tebal. Ketebalan awan lapisan hidrogen bahkan bisa mencapai 20 juta kilometer.

Ekor Komet

Setelah kepala, maka bagian struktur komet selanjutnya adalah ekor. Ekor pada komet memiliki bentuk yang memanjang.

Ekor komet terbuat dari gas yang bercahaya dan akan muncul ketika komet berada dekat dengan Matahari. Dengan kata lain, ekor akan terbentuk ketika terbakar panas yang Matahari keluarkan.

Ukuran ekor komet juga tentunya berbeda-beda, bahkan bisa mencapai lebih dari sepuluh kilometer.

Penampakan Komet dari Bumi

Karena komet juga mengorbit Matahari, maka benda langit satu ini bisa berada dekat dengan Bumi.

Penampakan bagian struktur komet akan terlihat jelas dari Bumi saat melintasi Matahari. Kejadian perjalanan komen juga pernah terjadi berulang kali dalam sejarah manusia.

Salah satu penampakan komet paling legendaris yaitu terjadi pada tahun 1705. Halley memperkirakan bahwa objek komet tersebut juga pernah terlihat pada tahun 1531, 1607, serta 1682.

Halley memperkirakan bahwa komet akan kembali terlihat pada tahun 1758. Pada kenampakan komet yang Edmund Halley ketahui inilah membuat komet tersebut terjadi sebagai komet Haley.

Baca Juga: Planet Berwarna Biru di Tata Surya, Uranus dan Neptunus Si Raksasa Es

Rata-rata periode kemunculan orbit dari komet Halley adalah 76 hingga 79 tahun sekali. Adapun komet Halley terakhir kali terlihat pada tahun 1986 lalu.

Bagian inti atau pusat dari struktur komet Halley memiliki ukuran sekitar 18 x 8 x 8 kilometer. Beberapa peneliti juga percaya bahwa inti komet ini gelap gulita.

Jika perhitungan orbit komet Halley benar, maka salju alam semesta ini akan muncul kembali dari Bumi pada tahun 2061 mendatang.

Perlu Anda ketahui bahwa komet Halley hanya satu dari sekian ribu jumlah di alam semesta. Ukuran dari komet dan masa orbit juga berbeda-beda. Komet dapat memiliki rentang waktu orbit terlama hingga 200 tahun.

Meski dapat terlihat dari Bumi dengan mata telanjang, namun masih dibutuhkan alat canggih berupa teleskop luar angkasa untuk mendapatkan gambar bagian struktur komet secara lebih jelas. Gambar komet berguna untuk penelitian dan dokumentasi. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)

Leave a Comment