Alam Semesta Tanpa Batas, Benarkah?

Teori alam semesta berayun adalah kelanjutan dari teori yang ada sebelumnya, yaitu teori dentuman dan ledakan besar.

Dalam teori berayun ini, para ahli mengemukakan prediksi dari apa yang terjadi setelah big bang. Teori satu ini memang masih kurang populer dari yang lainnya.

Hal paling menarik dari teori ini adalah mengenai hipotesis yang menyatakan bahwa alam semesta kita ini tidak memiliki batas tepi.

Mengulas Arti dari Teori Alam Semesta Berayun

Alam semesta yang kita tinggali saat ini penuh dengan misteri. Di alam semesta terdapat berbagai macam materi pendukungnya.

Baca Juga: Teori Keadaan Tetap yang Ditolak Banyak Ilmuwan, Apa Alasannya?

Planet, tata surya, galaksi, dan lainnya, semua termasuk bagian alam semesta. Namun pernah Anda memikirkan kapan dan bagaimana alam semesta ini terbentuk?

Sejak ilmu astronomi ratusan tahun lalu ditemukan, gagasan mengenai bagaimana alam semesta dan isinya terbentuk selalu menjadi pertanyaan besar.

Berbagai penelitian, mulai dengan alat sederhana dan terbatas hingga saat ini pun masih belum ada yang benar-benar membuka misteri tersebut. Namun begitu, hasil penelitian setidaknya memberikan gambaran kecil.

Beberapa teori mengenai terciptanya alam semesta mulai bermunculan. Sejauh ini, teori yang paling banyak orang percayai adalah dentuman dan ledakan besar.

Dengan berbagai macam bukti yang ada dan penyempurnaan, akhirnya teori ini mulai berkembang di masyarakat. Akan tetapi, siapa sangka ada sebuah teori yang melanjutkan ledakan besar dan dentuman itu.

Teori alam semesta tersebut bernama berayun. Pada teori berayun ini, para ahli mulai mencoba mengemukakan apa yang terjadi setelah peristiwa ledakan besar atau big bang.

Mereka percaya bahwa setelah ledakan terjadi, gerak galaksi dan bintang saling menjauh. Kemudian galaksi dan bintang tersebut menunjukkan gerakan yang semakin lambat.

Gerakan akhirnya berhenti sehingga mengkerut akibat keberadaan gaya gravitasi. Tidak sampai di situ, setelah melambat dan mengkerut, teori alam semesta berayun menjelaskan bahwa materi tersebut akan memadat bahkan meledak.

Semua proses yang terjadi tidak menyebabkan materi-materi rusak atau tercipta kembali. Materi tersebut hanya akan mengubah tatanan mereka.

Alam Semesta yang Tidak Terbatas

Hal menarik dari teori ini adalah hipotesis mengenai alam semesta yang tidak berujung. Arti dari tidak berujung di sini adalah tak memiliki tepi.

Baca Juga: Inti Bumi Mendingin Lebih Cepat, Berdampak pada Kehidupan?

Hipotesis tersebut muncul karena terjadinya proses perlambatan yang ada di dalam teori alam semesta berayun ini. Lantas, apakah begitu adanya?

Seperti yang diketahui, semua teori alam semesta saat ini baru hanya hipotesis belaka. Beberapa ahli astronomi ada yang mempercayai hipotesis dari teori berayun ini.

Menurut mereka, mungkin alam semesta akhirnya akan kembali ke titik awal. Banyak yang berpikir jika seseorang terus melewati galaksi, maka hanya berputar dari segala arah selamanya.

Dalam hal ini artinya alam semesta tidak memiliki batas atau akhir. Beberapa ilmuwan juga berpikir jika mengarungi luar angkasa, suatu hari nanti akan kembali ke tempat memulai namun dari arah lainnya.

Ilmuwan saat ini juga mulai berpikir bahwa tidak mungkin terdapat wilayah akhir di alam semesta untuk galaksi berhenti atau semacam penghalang yang menandai ruang.

Dengan kata lain, hipotesis dari teori alam semesta berayun ini mengatakan bahwa bentuk alam semesta setidaknya seperti bola dunia.

Beberapa orang juga berpendapat bahwa alam semesta sebenarnya tidak seluas itu dan hanya berulang saja. Namun, tentu saja alam semesta masih jauh lebih besar dari yang Anda pikirkan saat ini.

Baca Juga: Usia Tata Surya Kita Sama dengan Matahari? Berikut Penjelasannya!

Hingga saat ini pun masih belum diketahui pasti berapa jumlah galaksi di alam semesta. Belum ada yang benar-benar pernah menjelajahi seluruh isi alam semesta.

Hal itu tentu dapat menjadi bukti bahwa alam semesta sangat luas. Selain itu, kemungkinan hipotesis dari teori alam semesta berayun benar juga cukup besar.

Sebab, hingga saat ini belum ada penelitian yang dapat mengetahui ujung dari alam semesta. Bahkan untuk mendapatkan ujung galaksi Bima Sakti pun membutuhkan waktu yang lama dan alat-alat super canggih.

Pada akhirnya, teori alam semesta berayun seperti teori-teori lainnya yang belum terbukti kebenarannya. Namun, teori ini memang cukup populer di antara ahli astronomis. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)

Leave a Comment